Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

tmtk@iainmadura.ac.id

Perkuliahan di Luar Kelas: Menelaah Konsep Matematika pada Aktivitas Petani Madura

  • Diposting Oleh Admin Tadris Matematika
  • Kamis, 12 Desember 2024
  • Dilihat 113 Kali
Bagikan ke

Sabtu, 26 Oktober 2024, mahasiswa Program Studi Tadris Matematika IAIN Madura melaksanakan perkuliahan di luar kelas dengan tema Menelaah Konsep Matematika pada Aktivitas Petani Madura. Kegiatan ini diikuti oleh 32 mahasiswa dan berlangsung di sebuah madrasah, dengan bimbingan dosen Rany Widyastuti, M.Pd. Kegiatan bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada aktivitas petani di Madura.

Dalam pengantar sebelum kegiatan, Rany Widyastuti, M.Pd., menjelaskan pentingnya memahami matematika sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk dalam dunia pertanian. “Aktivitas petani, seperti pengukuran luas lahan, perhitungan benih, hingga estimasi hasil panen, semua itu melibatkan konsep-konsep matematika. Kegiatan ini mengajak mahasiswa untuk memahami dan menghubungkan teori dengan praktik nyata,” ujar beliau.

Kegiatan dimulai dengan mahasiswa melakukan wawancara langsung dengan para petani lokal yang telah diundang ke madrasah. Melalui wawancara ini, mahasiswa mengamati berbagai aktivitas yang dilakukan petani, seperti menentukan pola tanam, menghitung kebutuhan air irigasi, serta memperkirakan waktu panen.

Setelah wawancara, mahasiswa menganalisis data yang diperoleh untuk mengidentifikasi penerapan konsep matematika. Mereka menghubungkan aktivitas petani dengan materi yang telah dipelajari, seperti geometri pada pengukuran luas lahan, aritmetika dalam perhitungan biaya dan hasil panen, serta konsep proporsi pada penggunaan pupuk dan air.

Salah seorang mahasiswa, Miftahul Jannah, berbagi pengalamannya. “Kami jadi menyadari bahwa banyak konsep matematika yang sebenarnya diterapkan dalam aktivitas sehari-hari petani, meskipun mereka mungkin tidak menyadarinya. Ini memberikan wawasan baru bagi kami tentang bagaimana matematika berperan dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi yang dipandu oleh Rany Widyastuti, M.Pd., mahasiswa mempresentasikan hasil temuan mereka. Dosen memberikan tanggapan dan memperdalam analisis, menekankan pentingnya memahami konteks sosial budaya dalam pengajaran matematika. “Sebagai calon pendidik, kalian harus mampu menjembatani antara teori di kelas dan aplikasi nyata di masyarakat. Dengan cara ini, matematika bisa menjadi ilmu yang lebih relevan dan bermakna,” tutur beliau.

Kegiatan diakhiri dengan refleksi bersama. Mahasiswa menyimpulkan bahwa aktivitas petani tidak hanya berhubungan dengan kerja fisik, tetapi juga mencakup banyak proses berpikir matematis. Mereka berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi dalam pembelajaran matematika yang lebih kontekstual di masa depan.

Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana konsep-konsep matematika diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Selain memperkuat pemahaman teoritis, mahasiswa juga diajak untuk lebih menghargai peran penting matematika dalam mendukung aktivitas masyarakat, khususnya para petani di Madura.