Perkuliahan di Luar Kelas: Menelaah Konsep Matematika pada Batik Pamekasan
- Diposting Oleh Admin Tadris Matematika
- Senin, 13 Mei 2024
- Dilihat 49 Kali
Sabtu, 11 Mei 2024, Program Studi Tadris Matematika IAIN Madura melaksanakan kegiatan perkuliahan di luar kelas dengan tema Menelaah Konsep Matematika pada Batik Pamekasan. Bertempat di sebuah madrasah, kegiatan ini diikuti oleh 32 mahasiswa Tadris Matematika yang dipandu oleh dosen pembimbing, Rany Widyastuti, M.Pd.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa bahwa seni tradisional seperti batik tidak hanya mengandung nilai estetika, tetapi juga konsep-konsep matematika yang dapat menjadi inspirasi dalam pembelajaran. Dalam sambutannya, Rany Widyastuti, M.Pd., menjelaskan, “Batik Pamekasan adalah salah satu warisan budaya yang kaya akan pola-pola geometri, seperti simetri, rotasi, dan translasi. Dengan memahami matematika dalam batik, kita bisa mengintegrasikan seni dan sains ke dalam pembelajaran.”
Acara dimulai dengan pemaparan materi tentang pola dan konsep matematika yang terdapat dalam desain batik Pamekasan. Mahasiswa diajak untuk mengidentifikasi pola geometri seperti simetri lipat, simetri putar, serta elemen-elemen matematis seperti bentuk segitiga, persegi, dan lingkaran yang sering muncul dalam motif batik.
Setelah sesi pemaparan, mahasiswa diberi tugas untuk mengamati motif batik yang tersedia. Mereka diminta untuk mencatat dan menganalisis berbagai pola dengan menggunakan pendekatan matematis. Mahasiswa kemudian mendiskusikan hasil analisis mereka dalam kelompok kecil, di mana mereka mengaitkan pola-pola tersebut dengan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam perkuliahan.
Sesi berikutnya adalah kegiatan praktik kreatif, di mana mahasiswa diajak untuk mendesain pola batik sederhana dengan menerapkan konsep geometri. Dalam aktivitas ini, mahasiswa menggunakan alat bantu seperti kertas grafis dan alat gambar untuk membuat desain batik yang mencerminkan prinsip-prinsip matematika.
Rany Widyastuti, M.Pd., memberikan evaluasi dan apresiasi kepada mahasiswa atas kreativitas dan analisis yang telah mereka lakukan. Beliau menekankan pentingnya pendekatan kontekstual dalam mengajarkan matematika, agar siswa dapat melihat kaitan nyata antara matematika dan kehidupan sehari-hari. “Integrasi seni dan matematika seperti ini dapat menjadi salah satu cara untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan bermakna,” ujarnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan refleksi bersama, di mana mahasiswa berbagi pengalaman dan wawasan yang didapat selama kegiatan berlangsung. Banyak mahasiswa yang mengaku mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana matematika dapat diaplikasikan dalam seni tradisional seperti batik.
Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang unik bagi mahasiswa Tadris Matematika. Selain memperkuat pemahaman mereka tentang konsep geometri, kegiatan ini juga menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal, khususnya Batik Pamekasan, sebagai bagian dari kekayaan tradisi yang harus dilestarikan.