Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

tmtk@iainmadura.ac.id

Perkuliahan di Luar Kelas: Identifikasi Geometri pada Masjid Agung Sumenep

  • Diposting Oleh Admin Tadris Matematika
  • Senin, 8 April 2024
  • Dilihat 47 Kali
Bagikan ke

Sabtu, 06 April 2024, Program Studi Tadris Matematika IAIN Madura mengadakan kegiatan perkuliahan di luar kelas dengan tema Identifikasi Geometri pada Masjid Agung Sumenep. Kegiatan ini diikuti oleh 32 mahasiswa dan dibimbing oleh dosen Fatimatuz Zahroh, M.Pd. Kegiatan bertujuan untuk mengenalkan konsep geometri pada arsitektur Masjid Agung Sumenep sekaligus mengaplikasikan satuan hitung tradisional Madura dalam pengukuran.

Dalam pengantar sebelum kegiatan, Fatimatuz Zahroh, M.Pd., menjelaskan bahwa Masjid Agung Sumenep merupakan salah satu contoh arsitektur tradisional yang kaya akan elemen geometri. Beliau juga menekankan pentingnya memahami penggunaan satuan lokal seperti depa, jengkal, atau hasta dalam konteks budaya Madura. “Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan matematika, tetapi juga mempererat hubungan dengan tradisi lokal yang memiliki nilai historis tinggi,” ungkap beliau.

Kegiatan dimulai dengan mahasiswa melakukan observasi terhadap bangunan Masjid Agung Sumenep, terutama elemen-elemen geometris seperti bentuk atap, pintu, jendela, dan ornamen. Mahasiswa mengidentifikasi pola simetri, bentuk bangun datar, dan dimensi ruang yang ada pada masjid.

Selanjutnya, mahasiswa diajak untuk mengukur beberapa bagian bangunan masjid dengan menggunakan satuan hitung tradisional Madura, seperti depa (rentangan tangan), hasta (panjang lengan), dan jengkal (panjang telapak tangan). Aktivitas ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memadukan pengukuran tradisional dengan konsep matematika modern.

Salah satu mahasiswa, Layli Nur Qudrati, mengungkapkan pengalamannya, “Kami biasanya menggunakan meteran dalam pengukuran, tetapi kali ini kami belajar bagaimana satuan tradisional digunakan oleh masyarakat Madura dulu. Ini pengalaman yang menarik dan menambah wawasan kami.”

Setelah pengukuran, mahasiswa mendiskusikan hasil pengamatan mereka bersama dosen. Mereka menganalisis proporsi bangunan masjid berdasarkan hasil pengukuran, serta mengaitkan elemen-elemen geometris yang ditemukan dengan konsep yang telah dipelajari di kelas, seperti simetri, bentuk bangun ruang, dan skala.

Fatimatuz Zahroh, M.Pd., memberikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa dalam kegiatan ini. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menunjukkan bahwa matematika tidak hanya ada di dalam buku, tetapi juga di setiap aspek kehidupan sehari-hari, termasuk dalam seni dan arsitektur.

Kegiatan diakhiri dengan refleksi bersama. Mahasiswa menyimpulkan bahwa Masjid Agung Sumenep tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga cerminan harmoni antara tradisi, seni, dan ilmu pengetahuan, khususnya matematika.

Perkuliahan di luar kelas ini memberikan pengalaman unik dan bermakna bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya memahami konsep geometri secara aplikatif, tetapi juga memperkaya wawasan budaya lokal yang erat kaitannya dengan ilmu yang mereka pelajari.